Hiii blog, long time no see you... Hope you fine, apparently seems like that... (4 months I left you)
Lumayan lama aku kehilangan mood untuk sekedar curhat di blog ini, atau sekedar mem-post sesuatu seperti Raditya Dika, yang paling tidak sebulan sekali meng-update blognya. Yah memang kuliah, tugas, dan ngajar lumayan mengesampingkan inspirasi untuk 'sekedar menulis'
Sekitar dua minggu yang lalu aku pulang kampung untuk melepaskan kangen kepada Ibu, Bapak, Mbah Kakung, adek-adek dan juga pohon mangga dan rambutan di depan rumah (Halah... pohon kok ya di kangenin kayak pohonnya juga kangen aja.-Yaiya donk, merekalah teman-teman yang bisa ku pandang tanpa menatap balik saat malam selagi sendirian, hohohohooooo). Itu kurasakan yang namanya kebahagiaan, berada di tengah-tengah orang tersayang yang menyayangi kita (tulus tanpa dibuat-buat, ASHLI).
Btw, ngomongin tentang bahagia aku jadi inget "Stand Up Comedy" Indonesia yang di bawakan Raditya Dika (namanya ku sebut terus karena memang ngefans sama orang ini, lebih tepatnya sih ngefans sama ngebanyolnya, hahaha...). Dia menceritakan iklan shampoo yang diperankan oleh cewek-cewek cantik, dan mereka sampoan di kamar mandi dengan "bahagiaaaaa", haaahaaahaaa... Akupun ketawa sampe hampir guling-guling karena ga berenti-berenti. Bisa gitu ya si Radit mendeskripsikan tentang kebahagiaan lewat adegan sampoan. Aku yakin saat itu si cewek beraktivitas sampoan senang tanpa beban. Itu yang ku bilang bahagia. Sampe-sampe kalo ibuku nanya kenapa aku belom mau menikah, jawabanku cuma satu "ya gak apa-apa, yang penting aku bahagia. Namanya juga belom rejeki".
Orang melakukan berbagai macam hal untuk mendapatkan kebahagiaan, kalo kata Pak Ustadz mah kita ini harus mencari kebahagiaan dunia dan akhirat. Salah satunya ya harus rajin bekerja dan beramal.
Saat ini aku merasa cukup bahagia, dengan memiliki badan yang sehat. Organ tubuh bekerja sesuai dengan fungsinya, setiap hari tidak kelaparan dan kebutuhan dapat tercukupi dengan baik bahkan kadang-kadang lebih. Dan enjoy aja menjalani semua itu, meski memang ada beberapa hal yang belum terpenuhi, but never mind lah....
Barangkali kalo ada seorang perempuan pintar, cantik, memiliki suami ganteng dan penyayang, pekerjaannya bagus, anaknya nurut-nurut, rumah mewah, mobil dan uangnya banyak, orang akan berdecak kagum seraya berkomentar "alangkah bahagianya perempuan itu". Okay, baiklah memang mungkin dia bahagia. Tapi ada juga seorang perempuan di Solo yang dia cukup bahagia dengan gaji hanya 5ribu perbulan (ato perhari ya) karena dia memandang keberkahan di dalamnya, dan dia cukup menerima takdirnya sebagai pelayang, dialah "abdi dalem" kraton. Bahagia memang relatif. Hufffhhhhh.... Bahagia sebenarnya, memang tidaklah diukur dari seberapa banyak uang yang kita miliki, ada berapa mobil di dalam garasi rumah kita, ada berapa banyak uang di rekening kita, dan thethek mbengeknya... tapi bahagia itu seberapa besar hati kita bisa menerima dan mensyukuri apa yang ada (menurut saya seh....). Melakukan segala sesuatu tanpa beban dan tanpa tekanan, segala sesuatunya berjalan sesuai dengan kehendak hati kita. Dan itulah sekarang yang coba ku jalankan, berada di koridor hati agar benar bahagia dan tak menyesal nanti.
So, bagaimana bahagia menurut versi lo?