Monday, 13 February 2012

Galau vs Tesis

Today before I write some notes, one thing that I need to hope is God will erase some memory in my mind (specific memory about...) . Or He will replace all of the part waste memories with the new great and more pleasure thing... AMIN. (bagian dari hati yang lagi galau).

Okayyy,,, buang jauh-jauh dulu masalah kegalauan hati. Banyak hal yang lebih penting musti dipikirkan, ialah ujian kompre yang tinggal seminggu lagi dan proposal yang kayaknya sudah sepuluh kali konsultasi belum juga maju seminar. I need to make a target  about the research time for thesis, obviously. When will survey? when will finish?

Yaps, "katanya maunya bulan Mei udah kelar semua? udah sidang tahap II, gimana sih? Gak cukup dipikirin aja, kalopun mikir gak cukup lagi berlama-lama".
 Hmmm... "iya-iya, ini kan juga gak diem aja, tiap hari juga udah mikir dan ngerjain (not No Action Talk Only), tinggal editing aja"
 "Okay, so fine... just prepare your priority about instrument, about the sample, about the school, etc. And use the time effectively"
"Siap"

He.he.he.he.. kayaknya dialog di atas dampak dari hati yang lagi ga jelas tuh. But whatever, emang bener harus bener-bener membuat time managing yang jelas, pasti dan dapat dipertanggung jawabkan (dunia akhirat) biar segala sesuatunya berjalan dan berakhir sesuai rencana, tak kan ada penyesalan nantinya. Amin, InsyaAllah.

Jangan lupa doa kepada Allah Yang Esa dan mohon doa dari orang tua serta keluarga. InsyaAllah, segala hambatan takan berarti lagi. Everything can goes on.

Thursday, 2 February 2012

Thesis on Process

Akhirnyapun sampai juga pada penghujung semester,saya berharap dan berdoa nilai semester 3 ini sesuai harapan dan menakjubkan... Amin, InsyaAllahhh...
Teman-teman angkatan saya lagi sibuk-sibuknya mengerjakan proposal tesis, bahkan sudah banyak yang seminar dan bahkan penelitian. Saya sendiri masih dalam tahap penyusunan proposal tesis setelah judul dan proposal yang saya buat dan saya ajukan ke dosen pembimbing, belum dapat diteruskan, wal hasil saya memilih ganti judul dan memulai segala sesuatunya dari awal lagi...  Gak apa-apa, ini demi kebaikan penelitian saya juga.
Dari sekian banyak variabel penelitian yang bertebaran di dunia ini, ternyata saya tertarik pada kesulitan belajar (learning obstacle) matematika siswa dan bagaimana mengatasinya... Akhirnya saya dengan percaya diri membawa judul tersebut (yang saya tambahkan dengan variabel self esteem dan model pembelajaran generatif) kepada dosen pembimbing tercinta saya, Ibu Siti Fatimah. Barangkali ini karena lemahnya metakognitif saya, saya menginginkan penelitian mix method tetapi tidak jelas desain penelitian yang saya buat, akhirnya Ibu pun menyarankan saya untuk membaca tulisan Prof. Didi Suryadi tentang DDR (Didactical Design Research). Setelah saya cari artikel dan bahan-bahan tentang DDR lalu saya baca, ternyata DDR lumayan tidak mudah untuk dipahami, sayapun setengah pesimis dan setengah optimis. Dengan tetap membulatkan tekad saya pun menemui Ibu lagi, dengan sedikit diskusi Ibu memberikan pilihan mau tesis yang eksperimen saja atau DDR. Akhirnyapun saya memilih DDR... Yapsss,,,, go go DDR dan tetap berpegang pasti bisa, seperti Ibu bilang "Kenapa takut ga bisa, orang lain aja bisa".

Go Go Go... Keep in the spirit for the passion...
Bismillahirramanirrahiiimmmm.... There is no more time, just use the time effectively.

Saturday, 10 December 2011

Pelatihan Olimpiade di Pekanbaru Part.1

Akhirnya saya mendapatkan kesempatan yang saya tunggu-tunggu, unpredictable big thing. Saya mendapat kesempatan untuk mengajar olimpiade lagi, dan kali ini bukan siswa melainkan guru, dan senangnya lagi bukan SMA tetapi SMP, jadi sesuatu yang berbeda dari sebelumnya (sebenarnya karena materinya lebih mudah, hahaha).

Ini semua berawal pada hari mingu 20 November 2011 ketika seorang teman kampus saya, Pak Anwar mengirimi saya SMS yang berisi tawaran untuk mengajar kelas olimpiade di Riau dari Surya Institute, langsung saja saya mengiyakan. Akhirnya Pak Zul (pihak dari Surya Institute) menghubungi saya dan menjelaskan perihal keberangkatan yan begitu mendadak, yaitu senin esoknya (bisa dibayangkan hebohnya saya waktu itu). Dan akhirnya kamipun berangkat ke Riau dengan modal "kepercayaan" menuju bandara dan harus menemui Pak Harjono (sebagai ketua rombongan) karena ternyata, masing-masing dari kami (trainer) belum saling kenal.
Mari kita lihat foto-foto berikut:

(Gb.1. Ini adalah foto pembukaan. Liat kan banyak kursi yang kosong? Alasan yang tepat waktu itu adalah karena sedang ada final sepakbola pada saat SEAGAMES. Indo VS Malay).

 (Gb.2. Ini foto kelas saya, para guru matematika SMP dari kabupaten Bengkalis, Riau)
 (Gb.3. Kalo ini saya on action. Ini asli ga dibuat-buat)

(Gb.4. Ini partner saya Ranny, alumni ITB. Matematikanya jago abisssss...)

Waktu demi waktu pun saya lalui hingga akhirnya sampai pada hari ke-10. Biasanya hari terakhir adalah saat yang ditunggu-tunggu untuk berburu oleh-oleh. Karena jemputan sudah datang langsung saja meluncur.
(Gb. 5. Beli oleh-oleh di pusat oleh-oleh Cik Puan (Kalo ga salah). Saya dimana ya? Fotografernya kayaknya)

Itu dulu ya foto-foto yang bisa di upload. Berhubung modem saya kecepatannya kecil alias lemot dan takut kehabisan kuota mending note kali ini di post dulu. Ceritanya di sambung kapan-kapan kalo sempet... hehehe

Just wait, Pelatihan Olimpiade di Pekanbaru Part.2,

Thursday, 17 November 2011

AADA (Ada Apa Dengan Aku)

Yess,,, I come back... Sungguh, beberapa hari terakhir ini saya ingin sekali menuliskan kembali sliweran-sliweran di kepala yang teramat sangat mengganggu aktivitas, namun tak juga dapat saya tuliskan dengan alasan waktunya lebih baik untuk mengerjakan tugas, lebih baik untuk istirahat (tidur), atau lebih baik untuk baca-baca buku referensi tesis... Saya bener-bener merasa galau (jiyahhhh.... kayak ABG aja), tapi ini galaunya orang dewasa jadi agak bermutu (Gwubrakkkk!!!! Oyahh???)

Yaps, feeling untuk hari ini adalah"TODAY IS RUSH DAY". What? Rush day? padahal kan saya ga ngapa2in, dibilang sibuk? enggak,dibilang produktif? juga enggak. Entahlah, saya ga tau ini apa namanya, syndrome apakah ini? syndrome pre tesiskah? syndrome post semester kah? PMSkah (halahhhhh))? Atau... whatever about syndrome, but surely... it make my mind so crazy and I just can keep silent (terdiam dengan mata yang terus menerawang).

Tak lama lagi, dalam hitungan bulan atau 4 bulan ke depan saya harus menyelesaikan tesis dan siap-siap menapaki langkah berikutnya. Bohong kalau saya tenang, tapi tetep harus tenang. Where I should live later is still a mystery, but I love Bandung so much. I like live in Bandung and the polite people.

But, one thing should I do is spread widely smiling for...

Saturday, 17 September 2011

Mimpi Nanti

Yahhh,,,, saatnya menulis lagi. Sebelumnya saya wajib ucapkan SELAMAT IDUL FITRI 1432H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.... Yaps, Idul Fitri telah 2 minggu berlalu dan nuansanyapun makin lama makin memudar dan saatnya kembali pada rutinitas.

Saat ini kuliah di kampus sudah mulai aktif, tugas-tugaspun sudah mengantri untuk dikerjakan, tapi saya masih blank "no idea" what to do. Kayaknya sih ini efek dari saya mbolos seminggu (bearasa kayak ketinggalan kereta Lodaya mau naik dari Solo E... keretanya udah sampai Kebumen)

Well, sambil menyusun memory yang berceceran ada baiknya saya merangkai tulisan untuk mendokumentasikan beberapa momen yang baru saja terjadi. Ceritanya malam tadi jam setengah tujuh malem, saya baru pulang dari ngajar di GO, Gina (Ibu kos saya) nyamperin dan ngajak saya nemenin dia buat nemuin WO (Wedding Organizer) dan icip-icip makan ke sebuah acara pernikahan, karena keluarganya berencana menggunakan catering itu untuk acara resepsi pernikahan kakaknya. Sayapun mengiyakan. So, jadilah kami berangkat ke tempat tersebut di daerah jalan Aceh. Wuhhhh,,,, bener-bener perjuangan nemuin tempatnya dengan bertanya tidak kurang dari 5 orang. Wah-wah, ini memang bener-bener luar biasa, secara jalan Aceh berada di dalam kota, setiap orang yang ditanya memberikan keterangan yang berbeda dan kamipun merasa dikerjain (Dan asli, saya yakin mereka tidak ngerjain hanya saja mereka juga bingung, hehehe... dan berusaha mengingat sebaik mungkin jalan yang bisa dilewati, Yahh... you know it so well laaaahhh... jalan-jalan di Bandung, mirip-mirip). Dan akhirnya sampailah kami pada tempat itu (Lupa namanya apa....) lalu icip-icip menu yang ada (sekalian take a dinner tentunya, hehehe...).

Tujuan utama kamipun selesai dan langsung pulang. "Wahh, mumpung di jalan kita muter-muter aja sekalian mbak" Kata Gina, langsung dong saya setuju "OK" saya bilang. Karena sudah malem kamipun hanya menyusuri jalan Pasteur sampai ujung karena Gina mau menunjukkan Universitas Maranata yang katanya bangunannya kayak apartemen. Begitulah selanjutnya dan kami sampai di rumah. Sampai di kamar ada Nova dan langsung menanyakan "bagaimana" tentang acara yang baru dikunjungi. Yahh, saya cerita selayaknya apa yang dibicarakan para perempuan perihal yang baru saja dilihat (emang apa yak? ya tentu saja cateringnya, itu kan tujuan awalnya, hehehe...). Nova menanyakan menu apa aja yang disediakan dalam pernikahan Bandung (oiya, Nova ini orang Padang dan saya orang Solo), tentu saja saya ceritakan semua bahkan sampai detail ke pelaminannya segala. Berawal dari sini cerita panjang ini dimulai. Kami mulai share tentang adat pernikahan di daerah masing-masing, bagiamana adat di Solo dan bagaimana adat di Padang, bagaimana orang-orang di sekitar saya yang sudah mulai sadar dengan pernikahan yang Islami dan bagaimana orang Padang menggelar pesta yang cukup lama dan membutuhkan modal yang cukup besar (gak lupa membuat hayalan tentan pernikahan kita nanti, halah... tetep, ujung-ujungnya kesitu lagi hehehe....).

Pembicaraan ke-suku-an dan ke-kampung-an kami membawa pada sebuah angan-angan masa depan bagaimana kami ingin menjadi seorang yang bermakna dan beruat sesuatu pada kampung kelahiran. Saya memulai cerita bahwa kehadiran saya menemui WO (wedding organizer) bareng Gina tadi menginspirasi kayaknya ke depan boleh juga tuh punya usaha WO, kayaknya bakalan laku. Lalu Nova mengadu  idenya kalo dia nanti pengen punya rumah makan.... Begitu terus mengalir sampai pembicaraan tentang usaha ternak sapi dan puyuh, catering, membuka toko pusat oleh-oleh, pengen ngajuin PAUD ke Diknas sampai pada ide yang ideal yaitu membuat yayasan untuk anak-anak cacat dan membuat kelompok belajar estafet. Dan tak lupa doa untuk tahun depan semoga mendapat kehidupan pasti yang lebih baik. Sampai sekarang mimpi-mimpi itu masih tersimpan dalam memory dan semoga tak akan terhapus oleh virus waktu. Tinggal bagaimana sekarang ikhtiar untuk mewujudkannya. MAN JADA WA JADA....

Mimpi itu sekarang sedang di bawa tidur dan bangun sewaktu-waktu... dan KUN FA YAKUN, InsyaAllah...

Thursday, 28 July 2011

Bahagia itu....

Hiii blog, long time no see you... Hope you fine, apparently seems like that... (4 months I left you)

Lumayan lama aku kehilangan mood untuk sekedar curhat di blog ini, atau sekedar mem-post sesuatu seperti Raditya Dika, yang paling tidak sebulan sekali meng-update blognya. Yah memang kuliah, tugas, dan ngajar lumayan mengesampingkan inspirasi untuk 'sekedar menulis'

Sekitar dua minggu yang lalu aku pulang kampung untuk melepaskan kangen kepada Ibu, Bapak, Mbah Kakung, adek-adek dan juga pohon mangga dan rambutan di depan rumah (Halah... pohon kok ya di kangenin kayak pohonnya juga kangen aja.-Yaiya donk, merekalah teman-teman yang bisa ku pandang tanpa menatap balik saat malam selagi sendirian, hohohohooooo). Itu kurasakan yang namanya kebahagiaan, berada di tengah-tengah orang tersayang yang menyayangi kita (tulus tanpa dibuat-buat, ASHLI).

Btw, ngomongin tentang bahagia aku jadi inget "Stand Up Comedy" Indonesia yang di bawakan Raditya Dika (namanya ku sebut terus karena memang ngefans sama orang ini, lebih tepatnya sih ngefans sama ngebanyolnya, hahaha...). Dia menceritakan iklan shampoo yang diperankan oleh cewek-cewek cantik, dan mereka sampoan di kamar mandi dengan "bahagiaaaaa", haaahaaahaaa... Akupun ketawa sampe hampir guling-guling karena ga berenti-berenti. Bisa gitu ya si Radit mendeskripsikan tentang kebahagiaan lewat adegan sampoan. Aku yakin saat itu si cewek beraktivitas sampoan senang tanpa beban. Itu yang ku bilang bahagia. Sampe-sampe kalo ibuku nanya kenapa aku belom mau menikah, jawabanku cuma satu "ya gak apa-apa, yang penting aku bahagia. Namanya juga belom rejeki".

Orang melakukan berbagai macam hal untuk mendapatkan kebahagiaan, kalo kata Pak Ustadz mah kita ini harus mencari kebahagiaan dunia dan akhirat. Salah satunya ya harus rajin bekerja dan beramal.

Saat ini aku merasa cukup bahagia, dengan memiliki badan yang sehat. Organ tubuh bekerja sesuai dengan fungsinya, setiap hari tidak kelaparan dan kebutuhan dapat tercukupi dengan baik bahkan kadang-kadang lebih. Dan enjoy aja menjalani semua itu, meski memang ada beberapa hal yang belum terpenuhi, but never mind lah....

Barangkali kalo ada seorang perempuan pintar, cantik, memiliki suami ganteng dan penyayang, pekerjaannya bagus, anaknya nurut-nurut, rumah mewah, mobil dan uangnya banyak, orang akan berdecak kagum seraya berkomentar "alangkah bahagianya perempuan itu". Okay, baiklah memang mungkin dia bahagia. Tapi ada juga seorang perempuan di Solo yang dia cukup bahagia dengan gaji hanya 5ribu perbulan (ato perhari ya) karena dia memandang keberkahan di dalamnya, dan dia cukup menerima takdirnya sebagai pelayang, dialah "abdi dalem" kraton. Bahagia memang relatif. Hufffhhhhh.... Bahagia sebenarnya, memang tidaklah diukur dari seberapa banyak uang yang kita miliki, ada berapa mobil di dalam garasi rumah kita, ada berapa banyak uang di rekening kita, dan thethek mbengeknya... tapi bahagia itu seberapa besar hati kita bisa menerima dan mensyukuri apa yang ada (menurut saya seh....). Melakukan segala sesuatu tanpa beban dan tanpa tekanan, segala sesuatunya berjalan sesuai dengan kehendak hati kita. Dan itulah sekarang yang coba ku jalankan, berada di koridor hati agar benar bahagia dan tak menyesal nanti.

So, bagaimana bahagia menurut versi lo?

Sunday, 13 March 2011

I Admire 'him', oh no 'them'

Disadari atau tidak ternyata sudah hampir setahun sejak saya menginjakkan kaki di Bandung untuk mendaftar S2. Dan hari inipun menjadi bagian hal penting yang entah apa akan terjadi nanti...
Btw, sekarang saya sudah semester II, tepatnya sudah satu setengah bulan menjalaninya kalo ga salah dua setengah bulan ato tiga bulan lagi abis dech ni semester...

Ternyata saya sangat menikmati keadaan ini, kondisi mahasiswa yang serba sibuk dan serba terbatas (meski ga semuanya sii..), dan sayapun semakin excited dengan dosen-dosen saya.
Semester I kemarin saya salut dengan dosen ini, gayanya yang santai dan dinamis, jarang ada dosen matematika kayak gini. Yaps, He is Mr. Jozua Sabandar, the lecturer of Geometry.... Beliau berfikir sangat terstruktur dan detail, bahkan pada saat pembuktian-pembuktian teorema dalam geometry Beliau selalu menunjukkan beberapa langkah yang mungkin hilang dalam pembuktian, barangkali beberapa orang akan melihat ahhh.... ga ada langkah itu juga gak apa-apa, toh sudah paham, tapi ternyata hal itu sangat esensi. Hal lain yang membuat saya semakin admire him adalah jiwa care nya terhadap mahasiswa, pernah ketika seorang teman mendapat kabar duka dari kampung halaman, teman sayapun menangis sejadi-jadinya di koridor lantai tiga. Ternyata Beliau dengan terengah-engah datang ke kami yang sedang mengerumuni teman yang berduka tersebut, Beliaupun berusaha menenangkan dan memberikan beberapa cerita bagaimana Beliau juga pernah mengalami hal yang sama sewaktu di Amerika, setelah itu beliau tidak pernah melewatkan satu senyumpun ketika bertemu kami, Hmmm.... nice smile Sir... Semester inipun saya masih berkesempatan bertemu dengan Beliau dalam mata kuliah Review Hasil Penelitian internasional.... Hope I best and lucky in this lecture...

Selanjutnya, masih dengan dosen yang pernah mengajar saya di semester I, mata kuliah Filsafat Pendidikan, he is Mr Turmudi. Seperti yang saya bilang tadi saya lumayan excited dengan dosen-dosen saya, terutama dengan yang satu ini. Barangkali kalo awal diajar akan terkesan biasa-biasa aja tapi kalo sudah beberapa pertemuan baru dech kita tahu luar biasanya. Pemikiran yang sangat matematik, dan koneksinya ke hal-hal real yang sangat mantap. Apalgi kalo Beliau menceritakan pengalaman Beliau ketika belajar di Ostrali, Belanda, Jepang, dan pengalaman2 yang lain. Setelah Beliau selesai menyampaikan saya pun berkata dalam hati "saya harus bisa seperti ini". Satu hal yang perlu diketahui itu bukanlah suatu hal yang mudah namun juga bukan suatu hal yang tidak mungkin. Naskah-naskah Beliau yang pernah terpublikasi selalu memeberikan semangat pada diri saya untuk memulai dalam berkarya, beberapa teman pun juga berpikir demikian. Saatnya memulai atau kapan lagi?

Hahahaaaa, sekarang untuk dosen saya yang satu ini yang tak ada duanya, yaps Mr. Yaya Kusumah. Spesialis mata kuliah Matematika Diskrit. Saya pikir professor yang satu ini cerdas luar biasa karena Beliau bisa membuat orang tertawa tapi Beliau tidak tertawa, hehehe.... (tepatnya pelawak yak...).
Yaps, setiap minggu saya selalu menanti jam-jam mata kuliah ini, lebih tepatnya mungkin selalu merindukan. Yaaaa,,, karena kelas MK ini selalu happy, isinya tertawa, entah apa yang lucu perasaan biasa aja tapi ketawa menjadi tak tertahan setiap ada kalimat-kalimat yang terucap dari Beliau. Barangkali ini juga strategi Beliau agar mahasiswa tidak ngantuk karena jam satu. Dengan teknik andalannya "Hands on Activity" dijamin tidak akan ada yang ngantuk pas kuliah MK ini.Will always miss him to make a joke with innocent face... (hehehehe... piss ya Pak...)